Senin, 20 Maret 2017

Pengertian Web Statis


Web Statis adalah web yang content atau isinya tidak berubah – ubah. Maksudnya adalah isi dari dokumen yang ada di web tersebut tidak dapat diubah secara mudah. Ini dikarenakan karena script yang digunakan untuk membut web statis tidak mendukung untuk mengubah isi dokumen.
   Karena script yng digunakan untuk membuat web statis ini seperti HTML dan Cascading Style Sheet atau biasa disebut dengan CSS. Maka dari itu untuk perubahan isi dokumen pada web statis harus mengubah isi file HTML atau CSS tersebut. Tentunya bagi orang awam atau orang yang tidak mengerti soal program atau script HTML dan CSS akan sangat sulit sekali dilakukan. Untuk itu jika kita ingin mengubah dokumen web statis harus mengerti benar scipt HTML atau CSS atau sering disebut programmer yang dapat melakukan perubahan isi dokumen sebuah web statis.
Web statis ini biasanya digunakan oleh website yang menggunakan HTML, Web Search Engine, atau web Company Profile.
Web statis adalah sebuah web yang isinya tidak bisa dirubah-rubah dan tidak memiliki data base sebagai tempat penyimpanan kontennya. Apabila inggin mengubah isi dari website, harus melakukan perubahan tulisan yang tertanam pada file perogram terdsebut , sehingga penguasaan bahasa pemograman harus benar-benar dikuasai dengan baik. Web statis selalu menampilkan informasi yang sama kepada semua pengguna.
Contoh dari pemograman statis ini adalah HTML dan CSS
Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan.
Keuntungan :
  • Cepat dan mudah dalam pengaksesan bahkan oleh orang yang tidak punya pengalaman
  • Ideal untuk menunjukkan cara kerja sebuah situs
  • Cukup satu salinan untuk semua orang
 Kekurangan :
  • Susah dikelola jika situs semakin besar
  • Sulit untuk up to date  
  • Kesulitan untuk personalisasi pengunjung
    Image result for gambar web statis

    Pengertian PHP

    PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman umum (wikipedia). PHP di kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group. Situs resmi PHP beralamat di http://www.php.net.
    PHP disebut bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer server. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript yang diproses pada web browser (client).
    Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Sesuai dengan namanya, PHP digunakan untuk membuat website pribadi. Dalam beberapa tahun perkembangannya, PHP menjelma menjadi bahasa pemrograman web yang powerful dan tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan orang seperti wikipedia, wordpress, joomla, dll.
    Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext Preprocessor.
    PHP dapat digunakan dengan gratis (free) dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open Source.
    Kemudahan dan kepopuleran PHP sudah menjadi standar bagi programmer web di seluruh dunia. Menurut wikipedia pada februari 2014, sekitar 82% dari web server di dunia menggunakan PHP. PHP juga menjadi dasar dari aplikasi CMS (Content Management System) populer seperti Joomla, Drupal, dan WordPress.
    Dikutip dari situs w3techs.com, (diakses pada 18 Desember 2014), berikut adalah market share penggunaan bahasa pemrograman server-side untuk mayoritas website di seluruh dunia  


    Fungsi PHP Dalam Pemrograman Web

    Untuk membuat halaman web, sebenarnya PHP bukanlah bahasa pemrograman yang wajib digunakan. Kita bisa saja membuat website hanya menggunakan HTML saja. Web yang dihasilkan dengan HTML (dan CSS) ini dikenal dengan website statis, dimana konten dan halaman web bersifat tetap.
    Sebagai perbandingan, website dinamis yang bisa dibuat menggunakan PHP adalah situs web yang bisa menyesuaikan tampilan konten tergantung situasi. Website dinamis juga bisa menyimpan data ke dalam database, membuat halaman yang berubah-ubah sesuai input dari user, memproses form, dll.
    Untuk pembuatan web, kode PHP biasanya di sisipkan kedalam dokumen HTML. Karena fitur inilah PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau bahasa pemrograman script.
    Sebagai contoh penggunaan PHP, misalkan kita ingin membuat list dari nomor 1 sampai nomor 10. Dengan menggunakan HTML murni, kita bisa membuatnya secara manual seperti kode berikut ini:

    <!DOCTYPE html>
    <html>
    <head> 
     <title>Contoh list dengan HTML</title>
     </head>
    <body>
    <h2>Daftar Absensi Mahasiswa</h2> 
     <ol>
     <li>Nama Mahasiswa ke-1</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-2</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-3</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-4</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-5</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-6</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-7</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-8</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-9</li>
     <li>Nama Mahasiswa ke-10</li>
     </ol>
     </body>
     </html>
    Halaman HTML tersebut dapat dibuat dengan mudah dengan cara men-copy-paste tag <li> sebanyak 10 kali dan mengubah sedikit angka-angka no urut di belakangnya. Namun jika yang kita inginkan adalah menambahkan list tersebut menjadi 100 atau 1000 list, cara copy-paste tersebut menjadi tidak efektif.
    Jika menggunakan PHP, kita tinggal membuat perulangan for sebanyak 1000 kali dengan perintah yang lebih singkat seperti berikut ini:

    <!DOCTYPE html>
    <html>
    <head>
    <title>Contoh list dengan PHP</title> 
     </head>
    <body>
    <h2>Daftar Absensi Mahasiswa</h2>
    <ol> 
     <?php 
     for ($i= 1; $i <= 1000; $i++)
      {
     echo "<li>Nama Mahasiswa ke-$i</li>";
      }
      ?>
     </ol
     </body>
     </html>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar